Suatu hari, Nabi SAW memberi kabar para sahabat Radhiallahu’anhu, bahwa pada hari itu Israfil sudah meletakkan sangkakala di mulutnya. Pandangannya menatap ke ‘Arsy menunggu isyarat dari Allah ta’ala kapan hari kehancuran akan dieksekusi. Sudah sejak sangkakala diciptakan, Israfil melakukan hal itu tak ada yang dapat mempercepat ataupun memperlambatnya.Nabi SAW mengabarkan, sangkakala yang garis tengahnya seluas langit dan bumi akan ditiup 3x. Nafkhatul Faza’ tiupan dahsyat yang pertama akan menggemparkan seluruh makhluk hidup. Allah memerintahkan Israfil memperpanjang tiupan ini tanpa henti ! Maka gunung-gunung akan bergerak seperti awan, lalu luluh lantah berantakan seperti fatamorgana. Bumi berguncang hebat, penghuninya bagai perahu yang terombang-ambing lepas, dihempas ombak kian kemari.
Hati manusia waktu itu sangat takut, wanita-wanita melupakan bayi yang disusuinya, yang hamil mengugurkan kandungannya. Anak kecil langsung beruban. Miliaran manusia yang berlagak gagah panik berhamburan. Tak seorangpun bisa melindungi mereka dari azab di hari itu.
Tiba-tiba bumi terbelah menjadi dua. Kejadian amat menyengsarakan. Hanya Allah SWT saja yang tahu penderitaan mereka. Mereka menengadah kelangit. Detik tiu juga langit berubah menjadi seperti cairan logam lalu terbelah. Bintang-bintang berhamburan, bertubrukan, matahari dan bulan tak lagi bercahaya. Hanya orang-orang yang dikehendaki Allah yang tidak terkejut dengan peristiwa dahsyat tersebut, yakni para syuhada yang gugur dijalan Allah. Mereka tak pernah mati, disisi Allah & terus mendapatkan rizqi.
Selanjutnya, seluruh langit dan bumi dimatikan Allah dengan tiupan sangkakala kedua, Nafkhatus Sha’iq, lalu dimatikan oleh Allah berturut-turut Malaikat Jibril, Mikail, Israfil. Lalu malaikat-malaikat pembawa ‘Arsy. Yang terkahir dimatikan oleh Allah azza wa jalla adalah ‘Izrail, malaikat maut. Maka sejak itu, tak ada lagi yang hidup kecuali Allah Yang Maha Ahad, Maha Mengalahkan, Maha Sendiri. Tempat bergantung semua makhluk. Tidak beranak dan tidak diperanakan. Dialah Yang Maha Awal & Maha Akhir.
Dengan kekuasaannya yang tak terbatas oleh apapun, Dia mengelar hari peradilan. Semua makhluk dibangkitkan dengan tiupan sangkakala ketiga : Nafkhatul Ba’ats Tak ada naungan & perlindungan selain dari diri-Nya. Miliaran manusia sejak Adam hingga manusia terakhir hidup saat langit & bumi dihancurkan, menunggu giliran satu per satu untuk diadili di Padang Mahsyar, lama waktu menunggu adalah 50 ribu tahun akhirat !! Betapa singkatnya hidup di dunia
Dia membentak sekeras-kerasnya seraya berfirman :
“Wahai sekalian jin dan manusia, sesungguhnya Aku telah diam saja terhadap kamu sekalian sejak saat Aku menciptakanmu sampai hari ini. (selama itu) Aku mendengar perkataanmu & melihat perbuatan-perbuatanmu. Maka dengarlah Aku sekarang; Inilah perbuatanmu dan catatan amalmu, dibacakan kepadamu. Barangsiapa mendapat kebaikan, maka pujilah Allah. Dan barangsiapa mendapatkan yang lain, maka jangan mencela selain dirinya sendiri.”
Semua kasus yang pernah terjadi dalam sejarah, manusia diadili seadil-adilnya. Tak ada seorangpun mati terbunuh melainkan ada pembalasan bagi pembunuhnya. Tak ada seorangpun teraniaya kecuali mendapat pembalasannya. Bahkan, orang yang mencampur susu dengan air sekalipun, akan dipaksa oleh-Nya untuk memurnikan susu itu dari air kembali.
Sesudah semua kasus habis diselesaikan, dikumandangkanlah suatu seruan yang didengar oleh seluruh makhluk, “Hendaklah setiap penganut agama mengikuti Tuhan mereka masing-masing, ataupun yang mereka sembah selain Allah.”
Pada saat itu, seorang malaikat yang diwujudkan seperti Uzair, diikuti oleh kaum Yahudi. Malaikat lainya diwujudkan serupa ‘Isa, lalu diikuti oleh kaum Nasrani. Kemudian sesembahan yang salah itu mengiring mereka semua ke neraka.
“Andaikan berhala-berhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Anbiyaa:22)
Setelah semua penghuni neraka digiring ke tempatnya, hadirlah Allah dalam wujud yang dikehendak-Nya seraya berfirman : “kini tinggalah Aku, sedangkan Aku adalah yang Maha Pengasih di antara yang pengasih.”
Lalu segolongan demi segolongan orang dimasukkannya ke dalam syurga. Mulai dari mereka yang dikenal oleh orang yang paling dikasihi-Nya, Muhammad SAW, hingga orang-orang shalihin yang hidup dijaman-jaman sesudahnya. Bahkan kehendak Dia mengangkat sebagian penghuni jahanam untuk dimapuni & dipindahkan ke syurga yang penuh kenikmatan & semua kekal di dalamnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
“Salinan dari Huruhara Kiamat”
by Ibnu Katsir (Ulama hidup di abad 8 H)
No comments:
Post a Comment