"Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar,10)
Saturday, September 25, 2010
Teman Hidup
Teman hidup adalah teman yang senantiasa menjadikan hidup lebih hidup. Ia seperti bahan bakar buat nyala api pada sebuah lampu. Cahayanya akan terus menerangi gelapnya malam. Terus dan selalu terus, selama bahan bakar tetap bersisa.
Seperti Khadijah binti Khuwailid yang menenteramkan hati Rasulullah saw. ketika pertama kali bertemu Jibril. Seperti Hajar yang mengokohkan hati Ibrahim a.s. ketika harus meninggalkan isteri dan bayinya di bukit tandus tak berpenghuni karena perintah Allah. Juga, seperti Rasulullah yang menyejukkan hati Aisyah ketika fitnah besar memburunya.
Nikmatnya hidup didampingi teman. Teman yang bukan hanya mampu menjaga dan melindungi. Tapi, juga mampu menampilkan diri apa adanya. Sebagaimana nyala lampu yang tak pernah pura-pura.
Monday, June 07, 2010
Kata Mutiara Juni
Jangan bermimpi menjadi orang pandai. Jadilah manusia bernilai dan memberikan nilai untuk kehidupan (Albert Einstein)
Tak ada kesuksesan instant. Penolakan dan kegagalan sering kali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti. (Steve Jobs)
Allah tidak menuntut kita untuk berhasil. Ia hanya menuntut kita berani mencoba dan menjalani proses dengan benar (Jamil Azzaini)
Tak ada kesuksesan instant. Penolakan dan kegagalan sering kali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti. (Steve Jobs)
Allah tidak menuntut kita untuk berhasil. Ia hanya menuntut kita berani mencoba dan menjalani proses dengan benar (Jamil Azzaini)
Wednesday, February 24, 2010
Rindu se Rindu Rindunya

Beberapa malam ini aku selalu saja terisak, berderai air mata ini.
Merasa sangat rindu kepadamu.
Lelaki yang amat kucintai.
Aku ingin bertemu denganmu.
Bertanya apapun tanpa takut kau tak suka.. karena, ah kau pun tau aku tak tau dan tak mengerti banyak hal..
Rindu ini semakin menjadi-jadi saja,
tangis ini pun menjadi semakin kencang saja mengguncang badanku.
Oh, Rasul Alloh...Betapa kami rindu.
Thursday, February 11, 2010
KETIKA AKU RINDU MENIKAH.......

Bismillahirahmanirrahim
Aku rindu menikah….
Ukhti yang shalihah benarkah ini?
Di setiap kita bertemu pasti yang kita bahas adalah seputar itu. MENIKAH.
Ukhti yang shalihah, aku pun merasakan hal yang sama.
Ketika umur kita sudah menginjak kepala dua, hampir tiga mungkin namun roman – roman menikah masih jauh dari mata kita.
Ukhti yang shalilah, mungkin kita selalu merasa cemburu dan kerap iri, ketika melihat saudara kita yang lain telah menggenapkan separuh diennya, padahal mereka baru saja hijrah disini, mereka baru saja mengenal Islam belakangan ini. Sedang kita yang sudah bertahun - tahun tak kunjung mendapatkan itu.
Aku rindu menikah….
Ukhti yang shalihah, mungkin kita mulai bosan dengan kesendirian ini. Di saat tugas dakwah yang kian membuntuti belum lagi msalah – masalah pelik pribadi yang terus mengerogoti pikiran dan perasaan ini, namun lagi lagi kita akan menemui kata “ Sabar ya Ukh…” dari nasehat saudara kita yang lain pada saat kita curhat tentang masalah kita.
Huh! Bosan. Dan kita pun kadang sudah menemukan jawaban dari semua kesendirian ini.
Coba lihat diri kita hari ini?
Sudah baikkah? Atau mungkin kita sekarang sedang larut oleh kemaksiatan yang tak kita sadari, emosi yang kerap merajai hati sampai kita sudah tak merasa menjadi hamba yang futur tapi justru bangga dengan keadaan yang sekarang ini.
Ukhti yang shalihah, masih ingat janji Allah dalam surat Al Ahzab ayat 35
“Sungguh Laki – laki dan perempuan muslim, laki – laki dan perempuan mukmin, laki – laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki – laki dan perempuan yang benar, laki – laki yang sabar, laki – laki dan perempuan yang sabar, laki – laki dan perempuan yang khusyuk, laki – laki dan perempuan yang bersedekah, laki – laki dan perempuan yang yang berpuasa, laki – laki dan perempuan yang memelihara kehormatan, laki – laki dan perempuan yang memelihara kehormatan, laki – laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”
Ukhti yang shalihah, sudah seberapa sabarkah kita?
Sudah seberapa taatkah kita?
Sudah seberpa rajinkah kita berpuasa?
Sudah seberapa khusyukkah kita?
Sudah sejauh mana kita memelihara kehormatan diri?
Ukhti yang shalihah, coba bayangkan jika kita menikah hari ini pada saat kita masih futur, buruk dan jauh dari Allah? Sudah terbayangkah laki – laki yang akan menjadi pendamping kita? Pasti tidak kan jauh dari keadaan kita.
Apa yang kita lakukan akan berbalik pada diri kita, apa yang kita beri itulah yang kan kita terima.
Ada pesan yang mungkin bisa kita renungi:
“ Aku minta pada Allah bunga yang cantik tapi Dia memberiku kaktus berduri, aku minta pada Allah hewan mungil yang lucu tapi Dia memberi ulat berbulu. Aku sedih.Aku kecewa. Kenapa begini? Namun lama – kelamaan, kaktus berduri itu berbunga menjadi sangat indah dan ulat berbulu itu berubah menjadi kupu – kupu yang cantik dan menawan. Kadang kita terluka dan sakit atas keadaan kita, padahal Allah sedang merajut kebahagiaan untuk kita. Begitulah Allah, Dia tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.”
Ukhti yang shalihah, Allah tahu yang terbaik bagi kita. Mungkin kita belum menemukan siapa pemilik tulang rusuk ini, karena Dia ingin kita memperbaiki diri. Dia ingin kita menjadi hamba yang benar – benar shalihah dalam Islam ini, tak ada kata – kata lain selain sabar, semoga Allah masih membimbing langkah kita dan terus diistiqomahkan di jalan ini.Amin….
By Qowwiyuna Alima
Subscribe to:
Posts (Atom)