"Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar,10)
Tuesday, December 18, 2012
Istri Adalah Manajer dan Partner
Wanita dinikahi bukan untuk melakukan aktivitas memasak dan mencuci. Apabila ia bisa memasak dengan rasa yang lezat itu adalah bonus, bukan kewajiban. Istri adalah manajer di dalam rumah. Namanya manajer seyognyanya punya staf alias anak buah maka tugas suamilah menyediakan pembantu untuk istrinya.
Seorang istri harus memastikan bahwa keadaan dan suasana rumah nyaman bagi penghuninya. Ia akan mengusahakan dengan sekuat tenaga agar anggota keluarga betah dan kerasan tinggal di dalam rumah. Sebagai manajer, ia yang bertanggungjawab atas kerapian, ketertiban, kebersihan dan kenyamanan rumah.
Oleh karena itu, seorang istri tidak boleh terlalu lelah melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis seperti mencuci, ngepel, memasak dan sejenisnya. Sebab, tugas lain selain sebagai manajer juga memerlukan energi yang besar. Apa itu? Istri juga sebagai partner bagi suami. Ia adalah teman diskusi yang cerdas dan menyenangkan bagi suami.
Tugas istri begitu berat, sungguh tidak pantas seorang suami merendahkannya. Apabila ternyata istri Anda belum sanggup berperan sebagai manajer dan partner, maka tugas suamilah menyiapkan dan mendidiknya. Tanpa manajer dan partner yang hebat, pertumbuhan kesuksesan dan kemuliaan hidup Anda bisa terhambat dan tersendat.
Sebagai manajer dan partner, maka perlakukanlah istri secara terhormat. Dia bukan staf atau karyawan Anda. Dia juga bukanlah pembantu Anda. Bila Anda belum punya pembantu atau mungkin pembantu tidak masuk kerja, ringankanlah dan bantulah istri Anda.
Perlakuan kita terhadap istri akan sangat mempengaruhi perlakuan istri kepada anak-anak di rumah. Apabila kita memperlakukan istri secara terhormat maka akan berpeluang besar menghasilkan anak-anak yang percaya diri, memiliki jiwa kepemimpinan dan kemandirian. Dalam jangka panjang, anak-anak akan tumbuh ke arah hidup yang lebih bermartabat dengan karakter yang kuat.
Sudahkan kita memperlakukan istri sebagai manajer dan partner?
by //www.jamilazzaini.com
Wednesday, October 17, 2012
Untuk Shofiyah dari ummi
Alhamdulillahirrabil'alamin,
Segala puji hanya untukMu ya Rabb, Engkau anugrahkan shofiyah maisya najwa kepada hamba dengan begitu mudah, Engkau tidak biarkan hamba untuk menunggu walaupun hamba sering sekali membuatMu menunggu....hamba mohon ampun ya Rabb...hamba mohon ampun ya Rabb..hamba mohon ampun ya Allah SWT.
Ya Allah... sekarang shofiyah umurnya sudah 1 thn, sekarang dia sudah bisa berdiri, bercanda, dan cantik sekali kalau tersenyum. Engkau titipkan dia kepada hamba begitu indah.
Ya Allah berikanlan dia kesehatan... aku memohon kepadaMu Sesungguhnya hanya Engkaulah dzat yang bisa menyembuhkan, tiada obat kecuali obatMu yang tidak akan membawa penyakit
Ya Allah tetapkanlah iman hatinya padaMu dan utusanMU
Ya Allah jadikanlah dia orang yang sehat, sempurna, punya akal, cerdas, alim mau mengamalkan ilmunya.
Ya Allah berilah dia umur panjang, badan sehat dan budi pekerti yang baik, dan berilah lisan yang fasih serta berilah suara yang baik guna untuk membaca hadist dan Al qur’an dengan mendapat berkahnya nabi Muhammad SAW
Segala puji bagi Allah yang menguasai sekalian alam. Amin.. ya Rabbil'alamin.
Monday, September 03, 2012
Grace Of Allah SWT
Alhamdulillah pada tanggal 7 Nopember 2011,jam 17.05 wib dengan BB = 3,2 kg, panjang = 49 kg lahir dengan normal putriku yang pertama ini dan diberi nama oleh abinya Shofiyah Maisya Najwa, InsyaAllah menjadi anak yang sholehah berbakti sama Allah SWT, Rasullulah Muhammad SAW, orang tua, keluarga, masyarakat dan bangsa. Amiin
Skotel Makaroni ala bunda shofi
Ceritanya habis lebaran kemarin ada sisa makaroni and daging cincang, kebetulan shofi masih di rumah eunin...bikin deh scotel makaroni!!!
Pas pagi-pagi langsung dibawa ke kantor biar bisa dicobain sama temen2 dan hasilnya Alhamdulillah responnya..."mmmmm...enak !!"
Bahan-bahan :
Makaroni, direbus
Telur
Daging cincang
Bawang bombay, potong kasar
Bawang putih
Susu cair rasa plain
Garam
Merica + Pala
Seledri, diiris halus
Cabe merah, diiris
Cara membuat :
Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum, masukkan daging cincang, masukkan susu, merica, pala dan garam. Masak sampai daging matang.
Masukkan makaroni, seledri dan cabe merah.
Masukkah ke dalam cetakan dan kukus.
Subscribe to:
Posts (Atom)

