"Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar,10)
Tuesday, September 16, 2014
I'll Waiting For You Call
Miles away, oceans apart
Never in my sight, but always in my heart
The love is always there, it will never die
Only growing stronger, a tear rolls down my eye
I'm thinking all the time
When the day will come
Standing there before you
Accept this Hajj of mine
Standing in ihram, making my tawaf
Drinking blessings from Your well
The challenge of Safa and Marwa
Rekindles my imaan
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
I feel alive and I feel strong
I can feel Islam running through my veins
To see my Muslim brothers, their purpose all the same
Greeting one another, exalting one True Name
I truly hope one day, everyone will get the chance
To be blessed with the greatest honour
Of being called to Your Noble House
Standing in ihram making my tawaf,
Drinking blessings from Your well
The challenge of Safa and Marwa
Rekindles my imaan
Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Thursday, May 08, 2014
Pesan Imaginer
Alhamdulillah…Segala puji hanya untuk Allah SWT…semakin hari putriku tumbuh semakin pintar. Pagi-pagi jika budenya tidak ada dirumah putri kecilku Shofiyah aku titipkan dirumah ibu mertuaku, dan sore sehabis pulang kerja, kembali ku jemput. Mendengar cerita dari Ibu bagaimana kegiatan setiap harinya, selalu ada saja yang membuatku tersenyum. Sekarang ia mulai bisa main dengan anak-anak yang lain, bisa main bola, main boneka, main masak-masakkan dan banyak lagi main yang bisa dilakukan.Suatu hari saat Shofiyah terlelap tidur setelah seharian kelelahan bermain saya sampaikan pesan imajiner ini kepadanya: Anakku, saat ini kau masih berumur 2,5 tahun, masih kecil dan tentunya belum baligh (remaja). Abi dan umi akan berusaha menyiapkanmu sebaik mungkin. Bila nanti secara biologis kau sudah remaja, Umi berharap pikiran, mental dan sikapmu juga sudah remaja. Kau sudah bertanggungjawab atas semua hal yang kau lakukan.
Putriku, diantara total usiamu di dunia, mungkin hanya 25 persen abi dan umi intensif bersamamu dan membekali hidupmu. Selebihnya, kau harus berjuang sendiri, membekali dirimu sendiri, hidup dengan suamimu dan menentukan arah kehidupanmu sendiri. Walau hanya 25 persen umi berharap itu sangat berarti dalam hidupmu.
Putriku, saat ini kehidupanmu masih membutuhkan umi dan abimu. Tetapi di kehidupan setelah dunia, abi dan umilah yang membutuhkan dirimu. Amal sholeh dan kebaikan yang abi dan umi lakukan masih teramat sedikit, kami memerlukan bantuan dan pertolonganmu.
Oleh karena itu, perbanyaklah melakukan kebaikan khususnya yang pernah abi dan umi ajarkan kepadamu agar pahalanya terus mengalir kepada orang tuamu. Anakku, jagalah imanmu, perkayalah pikiranmu, pertajamlah jiwamu, lembutkanlah hatimu, gelorakan terus semangat juangmu, sempurrnakan terus akhlak muliamu.
Duhai putriku, umi titipkan masa depan akherat umi dan abimu kepadamu. Tanpa peranmu rasanya umi tidak pantas meminta tempat terhormat di akhirat kepada Allah Sang Pencipta. Sekali lagi, kutitipkan masa depan akhirat kami kepadamu. Bantu kami wahai anakku. Tolong kami wahai buah hatiku. Mau kan memenuhi permintaan umimu?
Subscribe to:
Posts (Atom)