Tuesday, August 27, 2013

You're Not Alone


Kebanyakan manusia menyatakan kesepian
Bila sendirian, bahkan tetap kesepian di tengah-tengah keramaian
Apa lagi di jaman yang individualitasnya sangat tinggi
Sehingga menusia membuat tempat-tempat hiburan
Yang di dalamnya terdapat musik yang hingar bingar
Tapi anehnya di tengah-tengah gelegar suara musik tersebut mereka tetap kesepian
Jadi, apa itu sepi?

Ternyata sepi tidak sama dengan kesepian, mengapa?
Karena di tengah-tengah keramaianpun seseorang bisa merasa kesepian
Kesepian timbul karena rasa yang merasa sendirian
Tanpa orang-orang yang dicintai
Disinilah awal munculnya kesepian tersebut.

Sesungguhnya manusia yang sadar akan keberadaan Allah SWT
Tidak akan pernah kesepian
Apa lagi kalau sadar bahwa manusia sebenarnya tidak pernah sendiri
Walapun sendirian, tidak pernah kesepian
Walaupun dalam keadaan sepi.

Karena manusia walaupun sendirian secara fisik
Tapi sebenarnya banyak pendamping-pendampingnya yang setia
Yaitu Anggota tubuhnya masih berfungsi
Masih menemukan cahaya
Masih mendengarkan suara
Masih bersama waktu dan tahu waktu
Orang lain masih ada disekitarnya
Bisa berkomunikasi dua arah dengan orang lain
Bisa berbuat apa saja yang bisa dilakukan

Jadi, sebenarnya bila seseorang kesepian atau merasa sepi
Orang tersebut hanya terpaku pada kesendiriannya, tanpa orang lain
Atau bersama orang lain, tapi tidak bersama orang-orang yang dicintainya
Atau orang tersebut berpikiran sangat sempit
Yaitu dia hanya berputar-putar pada dirinya sendiri
Hanya pada jasmaninya saja.

Padahal secara rohani seseorang dimanapun dan kapanpun
Dia tidak pernah sendirian
Karena Allah SWT selalu bersamanya
Dua Malaikat Rokib dan Atid selalu bersamanya
Hanya dia tidak sadar atau tidak mempercayai keberadaan Allah dan Malaikat tersebut.

Manusia benar-benar sepi sendirian dan kesepian
Apabila Allah SWT tidak ada ( dan ini mustahil )
Bagi yang tidak beriman kepada Allah SWT
Manusia benar-benar sepi, sendiri dan kesepian.

Apabila Tidak ada cahaya atau hidup dalam kegelapan
Tidak tahu waktu, baik melalui matahari atau jam
Tidak mendengar suara apapun
Tidak melihat apapun
Tidak bisa merasakan apapun
Tidak bisa berkomunikasi kepada siapapun
Tidak bisa berbuat apapun

Jadi, selama semua hal tersebut masih ada
Dan dia sadari itu semua
Maka sesungguhnya dia tidak akan pernah merasa kesepian sedikitpun
Dimanapun dan kapanpun dia berada

Bagi yang beriman kepada Allah SWT
Tak ada alasan sedikitpun untuk kesepian
Omong kosong kalau beriman tapi tetap kesepian
Kalau kesepian walau beriman
Berarti imannya belum sempurna
Hanya iman aku-akuan

Bagi seorang sufi, walau mungkin ada yang tak suka dengan istilah ini
Dia lebih menyukai sepi dan sendiriana
Karena dengan menyepi dan menyendiri
Lebih banyak waktu yang ia pergunakan
Untuk berdzikir dan bermunajat kepada Allah SWT.

Itu sufi di jaman lampau, kesufian di jaman kiwari atau sufi di jaman modern sekarang ini bukan pergi ke tempat-tempat sunyi dan sepi. Namun dia adalah pejuang-pejuang Islam yang terjun ke medan juang yang penuh dengan onak dan duri, yang bermandi keringat dan jika perlu air mata, darah bahkan nyawa, semangat juang yang membara di tengah-tengah kobaran api yang terus membakar dan menyalakan semangat juang yang tak kenal henti dan berhenti, kecuali mati.

Bukan lagi pergi jauh menghindari keramaian publik yang mungkin penuh caci maki dan mungkin penuh dengan kotoran yang hampir menenggelamkan semua actor moralitas yang membina ummat di manapun dan kapan pun berada, tak kenal waktu dan tempat. Berjuang dan terus membina ummat sebisa atau semampunya, sesuai dengan potensi dan kekuatan yang dimilikinya. Tak pernah kenal takut dan tak pernah mundur dalam mengorbankan panji-panji Illahi robbi.

Menerjang dan terus menerjang dengan kekuatan yang sepertinya tanpa batas, karena ada sandarannya yang Maha Kuat, Dialah Allah SWT, sandaran yang tak pernah meninggalkannnya dalam berjuang membela kebanaran yang hakiki, bukan kebenaran yang nisbi. Kebenaran yang dibawanya adalah kebenaran Illahiyah, kebenaran mutlak. Dan landasannya adalah Al Qur’an dan Hadist, ayat yang dibawanya terkadang tak banyak, yang di sampaikannya juga tak melulu ayat-ayat Qur’an, kalimat yang dibawanya pun sederhana, mdah dicerna dan tak berbelit-belit. “Baliighu anni walau ayah” Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat( HR Bukhori, Imam Ahmad dan At Tirmidzi) begitu bunyi hadist yang dipegangnya kuat-kuat.

No comments: