"Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar,10)
Wednesday, April 24, 2013
Rezekimu Telah Dijamin
Dalam suatu acara seseorang yang berprofesi sebagai trainer bertanya, “Saya dapat proyek training tetapi panitianya meminta fee. Sebaiknya saya bagaimana, pak?” Pertanyaan itu langsung saya jawab, “Kita mengajarkan kebaikan tak pantas bila kita mencontohkan keburukan. Tolak.”
Tak lama kemudian trainer ini menjawab, “Jujur pak, saya sedang perlu banyak dana. Sehingga permintaannya saya iyakan, tetapi saya galau. Saat menulis inipun saya meneteskan air mata. Terima kasih pak sudah mengingatkan. Saya segera temui panitianya dan memohon maaf tidak menerima tawaran mereka. Saya tidak ingin bayi dalam kandungan istri saya mendapat rezeki dari arah yang tidak baik.”
Rezeki datang dari Sang Maha Pemberi Rezeki. Tugas kita berusaha sekuat tenaga dan sebaik-baiknya, tak perlu khawatir Dia pasti akan menghidangkannya. Hanya diperlukan kesabaran dan selalu taat kepada-Nya.
Cobalah renungkan… Saat dalam kandungan, rezeki sudah dijamin dan dikirimkan oleh-Nya melalui tali pusar sang bayi. Begitu bayi lahir, air susu ibunya otomatis keluar untuk dikonsumsi sang bayi. Bila air susu tak keluar, Allah memberikan rezeki kepada orang tuanya agar sanggup membeli susu untuk diberikan kepada buah hatinya.
Jangankan manusia yang diberi akal, binatang melatapun dijamin rezekinya oleh Sang Maha Kaya. Cicak yang tak bisa terbang mendapat makanan berupa nyamuk yang pandai terbang. Saya yakin cicak tidak pernah mengeluh, “Ya Allah, aku tak bisa hidup karena makananku terbang semua, sementara Engkau tidak memberi kemampuan kepadaku untuk terbang.”
Rezeki itu seperti kematian, misteri. Ada yang sudah kerja keras tetapi rezekinya pas. Padahal ada yang sedang bermain sama anaknya tiba-tiba dapat order. Ada yang pintar tak dapat beasiswa, sementara yang “lola” alias “loading lambat” beasiswanya berlipat. Tugas kita menyiapkan berbagai jalan agar rezeki datang berlimpah. Mau tahu caranya? Beli buku terbaru saya ON, ya! [Promosi nich ye....]
Oleh karena itu tak perlu khawatir. Apabila hari ini jatah kita mendapat rezeki, maka rezeki itu pasti akan datang. Tugas kita menyiapkan jalan datangnya rezeki dan memastikan rezeki yang datang itu halal. Sebab, bila rezeki kita hari ini 1 juta yang datang pasti 1 juta, baik dengan cara halal atau haram. Maka pilihlah yang halal. Setuju?
*disadur dari http://www.jamilazzaini.com/rezekimu-telah-dijamin/
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment